Inilah Rupa Kegiatan Seksual Jepang 400 Tahun Lalu

Seni Shunga dari Jepang.
Salah satu gambar paling erotis yang memalukan dalam buku sejarah, terdapat di kertas kayu yang ditulis secara berurutan, yang merupakan ikon artis Jepang Katsushika Hokusai. Yang dikenal dengan G-rate, era zaman Edo yang dicetak dalam "The Great Wave at Kanagawa."

Dalam gambar tersebut diperlihatkan adegan bercinta, yang disebut titillating, antara wanita dengan cumi-cumi. Karya tersebut memperlihatkan gambar yang vulgar, kebinatangan, dan wanita yang puas dalam sebuah seni.



Itu merupakan salah satu seni lukis yang sangat menggoda, yang dihasilkan selama abad ke-17. Dan seni tersebut dikenal dengan nama Shunga, seni yang sempat ditutup oleh Jepang pada abad ke-20 karena sangat erotis.

Shunga.

Dan kini, pemeran bertema "
Shunga: Seks dan Kepuasan di Seni Jepang" akan digelar, memberikan seniman dari ukiyo-e layak untuk dilihat. Koleksi karya-karya hebat dari Hokusai, Kitagawa Utamaro dan Utagawa Kunisada, yang menggebrak arti tabu selama lebih 300 tahun, akan diperlihatkan.

Daya tarik seni
Shunga terletak pada kemampuan gambar, untuk menarik perhatian pria dan wanita dalam preferensi seksual. Seni Shunga in telah ada sejak tahun 1600-an, namun keberadaannya disensor ketat oleh pemerintahan Jepang sampai abad ke-20. Dan sekarang, seni tersebut akan ditampilkan di Museum Inggris, Oktober ini sampai dengan Januari  2014.
Shunga.

Sumber: Huffingtonpost.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel