Mangkuk Baso Era Dinasti Chenghua Terjual Rp185 Miliar

Nicolas Chow, left, dan William Chak.
Pertumbuhan kolektor barang antik di China semakin tinggi, hal ini diperlihatkan Shotby (rumah lelang), yang memperoleh pendapatan sekitar US$540 juta atau sekitar Rp5,5 triliun. Serangkaian lelang yang telah menjadi rekor, telah diadakan di Hong Kong.

Dalam pelelangan yang dilakukan selama lima hari berturut-turut, telah berhasil membuat rekor baru dalam lelang. Seperti Berlian putih seharga US$30 juta atau Rp300 miliar, lukisan karya Zeng Fanzhi senilai US$23 juta atau Rp 240 miliar, dan patung perunggu Buddha senilai US$30 juta.



"Kami belum pernah melihat ruangan begitu penuh pembeli, dalam beberapa waktu terakhir ini," kata Daniel Eskenazi, kepala lelang yang berbasis di London.

Dan yang paling mengejutkan adalah sebuah mangkok baso dari era kekaisaran Chenghua, yang terjual seharga US$18.2 atau sekitar Rp185 miliar. Kondusifnya politik di China membuat para pembeli nyaman dalam bertransaksi.

"Orang kaya baru di China memang berbeda. Mereka tidak sekedar ingin mengkoleksi dan menikmati sebuah karya. Tapi ingin menjadi no.1," kata William Chak, pemenang lelang mangkuk baso Dinasti Chenghua.


Selain barang-barang tersebut, banyak juga barang-barang antik lainnya yang memecahkan rekor penjualan. (bloomberg.com)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel