Jepang Ingin Jadikan Bulan Sebagai Sumber Listrik

Maket sumber listrik masa depan.
Perusahaan Jepang di bidang arsitektur dan teknik, Shimizu, berencana untuk menjadikan bulan sebagai pembangkit listrik tenaga surya raksasa, seperti yang dilaporkan oleh Inhabitat, yang dikutip dari businessinsider.

Mereka berencana membangun sebuah panel raksasa, dengan ukuran panjang 6.800 kilometer dan lebar 12 kilometer di permukaan bulan. Ini tentu bukan pekerjaan mudah bagi manusia, oleh sebab itu mereka akan melakukannya dengan robot.


Setelah selesai dibangun, panel ini akan mengirimkan energi di stasiun penerima di Bumi, dengan cara menggunakan laser seperti microwave. Perusahaan tersebut mengatakan, panel ini mampu mengirimkan listrik sekitar 13.000 terrawatts ke Bumi. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat di tahun 2011, mampu menghasilkan listrik sekitar 4.100 terrawatts.

Pemikiran ini memang menimbulkan sikap skeptis, di mana akan sukit terwujud. Tapi dengan gigih, Shimizu akan mewujudkan mimpi tersebut menjadi kenyataan. Karena in merupakan sumber energi yang tidak menimbulkan polusi, dan membawa kesejahteraan bagi alam semesta, terutama Bumi itu sendiri.

8 Responses to "Jepang Ingin Jadikan Bulan Sebagai Sumber Listrik"

oki adi putra said...

bagaimana dengan ancaman meteor atau asteroid yg sering jatuh ke bulan :D

intan said...
This comment has been removed by a blog administrator.
Natsha Wilona said...

Wow, akankan teknologi ini dapat diwujudkan dalam waktu 6 tahun ke depan

Nabila Ahad said...

woow.. Subhanallah klu bisa sampai terwujud :)

Putu Sudiarta said...

Ini bisa jadi senjata, tinggal mengarahkan ribuan terrawatt laser/microwave ke suatu target di bumi bagian manapun yg bisa terlihat dari bulan. Rasanya akan ada banyak penolakan dari negara lain.

Adrian Teteregoh said...

I think this is a Mission Impossible!!!

Doteko - Info Event said...

Yang perlu dipikirkan lebih lanjut lagi adalah bagaimana dampaknya kepada lingkungan luar angkasa. Seringkali ilmuwan berpikir hanya ke satu arah yaitu tujuan besarnya namun tidak memperhatikan dampak-dampak negatifnya.

Anonymous said...

kenapa kok gak langsung ke matahari aja ???

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel