1.000 Pesepeda "Mati" di Jalanan Kota London

Pengguna sepeda demo dengan berpura-pura mati di jalanan kota London.
Bersepeda merupakan salah satu cara yang sehat untuk berolahraga. Saat ini, bersepeda sudah dijadikan gaya hidup. Di mana sepeda bukan lagi sekedar sarana olah raga.

Banyak yang menggunakan sepeda untuk beraktivitas sehari-hari. Seperti bekerja, bermain, ataupun sekedar berkeliling. Namun banyak jalan yang tidak bersahabat bagi pesepeda, terutama di kota-kota besar.


Sehingga menggunakan sepeda sering dijadikan alternatif, dan digunakan sewaktu-waktu. Tak luput juga kota besar dunia, seperti London yang kurang bersahabat bagi pengguna sepeda.

Seperti dikutip dari businessinsider, hari Jumat, tanggal 28 November kemarin, ribuan pesepeda berdemo di jalanan kota London, mereka melakukannya dengan tiduran, dan berpura-pura mati, sebagai protes terhadap jalanan yang kurang bersabahat bagi pesepeda.

Selain itu, mereke juga membawa sepeda dan membaringkannya di jalanan, sehingga tak ayal, jalanan pun ditutup untuk umum, karena banyaknya jumlah pedemo. Selain itu, demo ini juga sebagi bentuk buruknya sistem transportasi di negara maju tersebut.

Demo ini juga dilakukan setelah enam pesepeda terbunuh dalam dua pekan di jalanan kota London. Mereka menginginkan infrastruktur yang lebih baik lagi, terutama bagi pengguna sepeda. Mereka tidak mnggunakan kata-kata dalam berdemo, hanya membaringkan diri mereka dan sepeda, seperti orang yang meninggal di jalanan.

5 Responses to "1.000 Pesepeda "Mati" di Jalanan Kota London"

berita unik said...

Kirain mati beneran mas bro...salam kenal

enday said...

di indonesia banget tuh... sepeda jadi life style..

moonraker80 said...

kan biar pake tanda kutip bro :)

moonraker80 said...

Indonesia belum, tapi untuk kota2 tertentu seperti solo, bisa iya.

rinagu said...

kata mati untuk binatang, meninggal untuk manusia, keren artikelnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel