Menikmati Destinasi 7 Surga Kopi Sumatera Bersama Daihatsu Terios

Tim Terios 7 Wonders: Coffe Paradise.
Anda pecinta kopi? Jika iya, tentunya tahu jika kopi paling mahal di dunia berasal dari Indonesia. Ya, kopi luwak yang saat ini tenar, menjadi salah satu kopi paling di dunia. Namun walaupun mahal, kopi ini banyak sekali peminatnya.


Bukan dari dalam negeri saja, kopi luwak juga sangat terkenal di mancanagera. Bahkan presenter terkenal, Oprah, pernah menayangkan dan meminum kopi yang berasal dari fermentasi binatang luwak ini. Walaupun terlihat jijik, tapi kopi ini begitu digemari.

Tapi, jangan terpaku hanya dengan kopi luwak saja, Indonesia juga dikenal sebagai surganya kopi. Dan biasanya, jika kita ingin menjelajahi keanekaragaman kopi, pulau Sumatera adalah tujuan yang harus Anda coba.

Bukan hanya kopi luwak saja, di sana terdapat beragam kopi yang nikmat, seperti yang dilakukan para penjejalah dari Terios 7 Wonder: Coffe Paradise, di mana mereka menjelajahi unik dan nikmatnya kopi dari berbagai daerah di Sumetera dengan menggunakan kendaraan yang tangguh di segala medan, Daihatsu Terios.

Lalu seperti apa keseruan tim yang terdiri dari 3 unit Terios Hi-Grade TX AT dan TX MT menjelajah di 7 spot kopi yang terkenal di Sumatera selama 15 hari? Berikut reviewnya:

Aroma Kopi Liwa yang Menggoda


Tujuan pertama tim Terios 7 Wonders adalah Liwa, di Bandar Lampung. Perkebunan kopi rakyat di sini sangat banyak. Sepanjang jalan, tim disuguhi pemandangan perkebunan kopi. Aura kopi begitu terasa di sini.

Perjalanan sepanjang 525 kilometer serasa tidak terasa dengan keindahan alam yang ada di sana. Kopi luwak juga di sini sangat ppopuler dikembangkan, untuk pangsa pasarnya tidak terlalu sulit. Bahkan untuk satu kilogramnya saja, kopi Luwak bisa dihargai hingga Rp1,9 juta. Fantastis.






Lebih Akrab di Lahat Bersama Kopi


Memasuki Lahat ada aroma yang kurang baik, tentang cerita dan mitos yang beredar di sana. Namun begitu memasuki kota ini semuanya berubah. Penyambutan hangat oleh Bupati menjadi penyejuk rombongan, ketika berada di sana.

Kopi sebagai mimuman pengakrab, menjadi bagian yang tidak terpisahkan.  Kopi bisa mencairkan suasana. Di Lahat, salah satu petani kopi yang sudah mendalami bisnis ini sejak 1980, mampu menghasilkan kopi sekitar 100 kilogram perharinya.


Pesona Pagar Alam Kian Elok dengan Kopinya



Berjalan sejauh 48 kilometer dari Lahat, kami meneruskan perjalanan menuju Pagar Alam, yang tak kalah dengan Lahat, kopi di sini begitu nikmat. Sepanjang mata memandang, deretak perkebunan kopi bisa kita nikmati.

Aroma kopi di sini sangat khas dan lembut saat diminum. Jadi tidak heran, jika banyak kedai kopi di sana dengan menu kopi khasnya.









Menikmati Rasa Asli Kopi Sumatera di Andalas


Kota Empat Lawang mempunyai komoditas yang sangat menjanjikan, yaitu kopi. Di sini kopi asli Sumatera bisa dinikmati. Kopinya begitu istimewa karena merupakan persilangan dari kopi jenis Arabika dan Robusta, aromannya sangat khas.

Penyebaran petani kopi di sini sangat luas, bahkan daerah ini mempunyai sebuatan sebagai Kota Kopi Andalas, dan slogan itu bukan kebetulan semata, karena di sini kita bisa menikmati kopi yang benar-benar nikmat.

Kopi Curup, Kopinya Orang Bengkulu


Perjalanan selanjutnya adalah ke Bengkulu, di sini performa mobil Terios diuji, pasalnya jalan yang berliku kerap ditemui, sehingga tim harus ekstra waspada.

Setelah sampai di tempat tujuan, tim langsung menikmati sajian kopi khas di sana. Bahkan ampas kopi di sini bisa diseduh kembali. Rasanya sangat khas, dan kopi ini menjadi komoditas utama masyarakat Kepahiangan dan Curup.


Mencari Jejak Kopi yang Hilang di Mandailing Natal


Kopi dari Mandailing Natal mempunyai sejarah yang sangat penting bagi industri kopi. Di sini tim mencari fakta tentang bagaimana keunikan dan karakteristik kopi khasnya.

Bukan hal yang mudah untuk menelusuri jalan-jalan menuju Mandailing Natal, jalan berlumpur, berbatu dan tanah, kerap ditemui tim Terios 7 Wonders. Dan inilah rute yang paling panjang, sekitar 628 kilometer. Lagi-lahi Daihatsu Terios harus menunjukkan tajinya.

Kopi di Mandailing Natal sendiri sudah dikenal sejak tahun 1699, dan hingga tahun 1878, kopi ini sangat terkenal di mancanegara. Hamparan perkebunan terpampang di daratan setinggi 1.200 meter dari permukaan laut.  Bau harum kopi ini menjadi daya tarik tersendiri, bagi penikmat kopi.

Keharuman Kopi Takengan yang Melegenda


Dari sekian banyak kopi yang ada di Nusantara, mungkin kopi Takengon atau terkenal dengan kopi Gayo, mendapat sambutan yang baik di mancanegara. Aromanya sangat harum, dan cita rasanya begitu berkualitas tinggi.

Namun untuk menuju daerah terakhir ekspedisi Terios 7 Wonders ini tidak mudah. Suspensi mobil begitu diuji, shock breaker baik depan maupun belakang harus tangguh melibas jalanan yang mempunyai beragam karakter. Namun semuanya berakhir dengan mulus, setelah tim berhasil menemukan petani kopi yang produknya terkenal ke Eropa dan Amerika tersebut.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel