Kisah Sedih Gadis Cantik Diperlakukan Bak Binatang oleh Orangtua

Zhang Qi, gadis yang diperlakukan bak binatang. sumber
Bagi orangtua, anak merupakan karunia yang tidak ternilai, yang diberikan Tuhan sebagai kepercayaan. Oleh sebab itu, merawatnya dengan baik dan benar, mutlak dilakukan oleh orangtua manapun juga.

Demikian juga setelah ia beranjak remaja dan dewasa, terutama bagi wanita, yang pasti akan menemukan jodohnya. Orangtua harus selektif, dan memberikan arahan, agar anak tidak salah dalam memilih pasangan hidupnya.

Tetapi jika tidak sesuai dengan kehendak orangtua, maka anak jangan diperlakukan semena-mena. Seperti yang terjadi pada gadis cantik di Tiongkok, di mana ia diperlakukan bak binatang peliharaan yang disimpan di kandang kotor.

Alasannya sederhana, bagaimana orangtua ini memperlakukan anak wanita yang disimpan di gudang kotor dan 'diperlakukan seperti binatang,' alasannya karena mereka tidak setuju dengan pacar yang dipilihnya. Bukan hanya itu saja, ia pun dikunci, sehingga tidak bisa keluar, dan hanya diam di gudang tersebut.

Zhang Qi, wanita yang masih berumur 24 tahun, diduga dipaksa masuk ke dalam bangunan bobrok di Jingang di provinsi Hubei Tiongok tengah, setelah ibu dan ayahnya memerintahkan dia untuk berpisah dengan kekasihnya pada tahun 2009.

Meskipun diberitahu hubungan itu berakhir, ia mencoba beberapa kali untuk melarikan diri, tapi orangtuanya memberitahu semua orang jika dia sakit jiwa dan dikurung untuk perlindungannya.

"Orang tuanya adalah orang yang kuat di sini, dan semua orang mengatakan tidak bisa mengganggunya. Semua orang tahu tentang gadis itu di rumah. Aku pindah dan hanya datang kembali untuk mengunjungi sesekali, jadi saya tidak peduli tentang ancaman mereka, dan itulah mengapa saya senang untuk mengekspos foto-foto ini online setelah pemerintah setempat menolak untuk melakukan sesuatu," ucap Chow Jen, yang kesal dengan perlakuan orangtua terhadap anaknya tersebut, yang kami kutip dari Dailymail.

Belum ada komentar resmi, tentang gambar status wanita muda yang diposting di media sosial tersebut. Namun banyak komentar yang telah dihapus, akibat sensor tanpa alasan yang tidak ditentukan.

"Setiap kali saya datang kembali untuk tahun baru Cina, aku pergi mengunjunginya diam-diam. Pada kunjungan terakhir, meskipun aku melihatnya berbaring di tumpukan jerami dengan beberapa selimut dan beberapa makanan di sekelilingnya, saya alhirnya memutuskan itu sudah cukup," tambah Chow.

Entah apa yang mereka katakan tentang dia mengalami masalah mental benar atau tidak, dia diperlakukan seperti binatang di sini dan Chow berusaha menghubungi polisi, kemudian memposting gambarnya secara online.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel