"Semakin Panjang Jenggot Seseorang, Semakin Goblok"

Said Aqil.
Mungkin judul di atas terlalu ekstrem, tetapi ini bukan kata-kata saya. Adalah Said Aqil Siradj, yang mengeluarkan pernyataan tersebut ketika berceramah tentang Islam Nusantara. Entah apa yang menyebabkannya mengeluarkan pernyataan tersebut.

Tetapi di situs berbagi video Youtube, sempat dihebohkan dengan penggalan kata-katanya. Dan hasilnya, komentar pun berdatangan baik berupa hujatan ataupun doa agar Said Aqil diberikan hidayah oleh Allah SWT.

Namun, lebih dari judul di atas beliau mengatakan, jika orang-orang yang berjenggot kecerdasannya akan berkurang. Karena kecerdasannya akan tertarik untuk memanjangkan jenggotnya tersebut, beliau lebih lajut mengatakan.

Mungkin bagi Anda seorang muslim, tentu tahu bagaimana Nabi Muhammad mensunnahkan, jika jenggot adalah bagian dari identitas seorang muslim. Memang, memiliki jenggot tidak diwajibkan. Namun apa benar jika orang-orang yang memiliki jenggot tidak cerdas?

Coba kita lihat pelajaran di sekolah-sekolah, tentu Anda pernah mendengar kata aljabar, sebuah ilmu tentang perhitungan. Siapa yang menemukannya? Tidak lain adalah orang yang berjenggot bernama Muhammad Bin Musa Al-Khawarizmi.

Bukunya yang pertama menjelaskan bagaimana solusi dari sistemanik dari linear dan notasi kuadrat, yang akhirnya diterapkan hampir di seluruh dunia. Ada lagi pria berjenggot bernama Ibnu Sina, yang karyanya dikelan tentang filosofi dan pengobatan. Dan masih banyak lagi ilmuwan-ilmuwan muslim yang terkenal dan berjenggot.

Lantas dari sisi mana ilmiahnya beliau mengatakan jika orang yang serdas tidak berjenggot, dan orang yang berjenggot meledak-ledak emosinya? Mungkinini hanya opini orang-orang pintar yang terlalu 'bodoh' untuk memahami anatomi manusia.

Mungkin saya bisa mengatakan: "Emangnya ente pikir jenggot akarnya dari otak kali yee...."

Jika Anda tidak ingin berjenggot silahkan saja, islam tidak melarangnya, namun jangan pernah menghujat jika dengan memiliki jenggot maka seseorang bisa lebih bodoh bahkan goblok. Tentu itu lebih tidak ada dasarnya lagi, mungkin beliau juga berpikir, jika kita makan biji (jeruk, sirsak, salak, dan lainlain) maka bisa tumbuh dari mulut pohonnya.

Mau berjenggot silahkan saja, banyak sekali hadits Nabi yang membahas tentang jenggot. Dan itu bukan masalah identitas seorang muslim saja, tetapi jenggot bisa lebih berharga di hadapan Nabi dan Allah SWT.

Klik link berikut jika Anda ingin melihat videonya. www.youtube.com/watch?v=MrXNQGGX1Ew

13 Responses to ""Semakin Panjang Jenggot Seseorang, Semakin Goblok""

ZU YAYATO said...

astagfirullah'

Kharisma syahputra said...

just joke itu maahh:)

doang indra said...

yang goblog yang ngomongnya....mulut comberan kok diangkat jadi pimpinan

Fitra Rahim said...

sudah jelas-jelas memang bahwa Jenggot itu sunnah,

Tapi...eh, dia malah mengejek sunah Nabi,,, sekarang cocokkah dia di sebut pengikut Nabi Muhammad ?

sarah nabila said...

Itulah orang yg mempelajari agama hanya setengah2 saja...

atoc wibowo said...

ehemm

Unknown said...

Itulah...joking aja dianggap serius dan berebihan...memang benar ya trnyta yang dpt mngerti orang pintar ya hanya orang yg pintar..

Agung Subagiya said...

Kampret

Irwan Herdiawan said...

Sunnah tidak untuk di jadikan "joke" gurauan..

Jamshee Yusuph said...

Sunnah ko di bikin joke Mba? Eh Mas? Eh mba?

cerven22 said...

Yang anda maksud pinpin bo kali ya.

tyang gendeng said...

Itu komentar dari orang paling pintar di NU...

Anonymous said...

Mikirin yang wajib2 dulu deh, baru mikirin yang bersifat sunah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel