Ternyata Terlalu Sering Mandi Tidak Baik bagi Tubuh

Mandi.
Membersihkan badan dengan cara mandi, mungkin sudah biasa kita lakukan. Tapi berapa banyak dalam satu hari Anda mandi? Satu kali, dua kali, tiga kali atau bahkan lebih sering Anda mandi.

Anda mungkin berpikir, bahwa dengan sering melakukan mandi, akan membuat tubuh lebih bersih. Tapi itu salah, dan justru buruk untuk Anda lakukan.

Ada bukti kuat yang mengatakan, bahwa mandi terlalu sering justru dapat merusak mikroba kita, komunitas mikroba yang hidup tubuh di kita.

Hal ini bisa menyebabkan jerawat di seluruh tubuh, menurut peneliti dalam dua penelitian terpisah.

Meskipun penelitian telah meneliti dampak terlalu banyak mandi pada mikroba kita, tidak ada jumlah persis berapa banyak kita harus mandi, yang direkomendasikan setiap harinya, untuk mencapai keseimbangan sempurna antara mikrobioma di dalam tubuh.

Mikrobiom adalah kumpulan bakteri, archeae, virus, dan mikroba lainnya yang hidup di dalam dan di tubuh manusia, dan sangat penting bagi kesehatan seseorang.

Berbagai penelitian telah menunjukkan, bahwa setiap hari menggunakan sabun dan sampo pada rambut bisa menyebabkan beragam mikroba .

Sebagai perbandingan orang-orang Yanomami di Amerika Selatan ditemukan memiliki mikrobiom yang jauh lebih kuat, daripada orang-orang barat.

Mikrobiom seseorang itu penting karena tanpanya, sistem kekebalan tubuh, pencernaan dan jantungnya akan berhenti bekerja.

Sebuah makalah yang diterbitkan pada tahun 2013 juga menghubungkan jerawat dengan gangguan pada mikrobiom.

Periset menemukan bakteri yang memetabolisme amonia--komponen utama keringat--dapat memperbaiki kesehatan kulit, dan bahkan dapat digunakan untuk pengobatan gangguan kulit. Peneliti mengatakan itu bisa sangat efektif melawan jerawat.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh perusahaan Cleveland AOBiome, relawan menggunakan bakteri melaporkan kondisi dan penampilan kulit, yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok yang dikontrol.

Adalah wajar jika seseorang berhenti mandi, mereka akan mulai tercium sangat bau. Tapi bau ini adalah hasil dari mandi pertama kita.

Pada bulan Juni tahun lalu James Hamblin, dari The Atlantic, menulis tentang bagaimana dia berhenti mandi selama dua tahun untuk melihat apa yang terjadi.

"Awalnya, saya adalah binatang buas, bau. Bau tubuh adalah produk bakteri yang hidup di kulit kita dan memberi makan dari sekresi berminyak dari keringat dan kelenjar sebasea di dasar folikel rambut kita," ucap James dikutip dari Mail Online.

Beberapa bakteri di mikroba kita mengeluarkan bahan kimia berbau busuk, yang menambah bau yang keluar dari tubuh Anda.

Sementara pada penelitian tahun 2015, peneliti mengambil bakteri yang biasa ditemukan di ketiak dan menambahkan molekul tak berbau yang ditemukan dalam keringat manusia.

"Molekul tak berbau ini keluar dari ketiak, mereka berinteraksi dengan mikrobiota aktif, [dan] mereka dipecah di dalam bakteri," kata Dr Dan Bawdon, dari University of York, yang memimpin penelitian ini.

Bila bakteri ini memecah keringat, mereka membentuk bau yang disebut thioalkohol.


Bau badan.
Jadi berapa banyak mandi yang disarankan oleh para peneliti ini? Tidak ada yang menyarankannya. Namun semakin sering Anda mandi, maka akan semakin mudah badan kita terasa bau. Lantas bisakah kita terhindar dari bau badan? Hal tersebut bisa saja, asalkan Anda tidak terlalu sering berkeringat.

Foto: dailymail.co.uk
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel