Jeli dan Alkohol Murni Bisa Membunuh Kanker

Ilustrasi jeli.
Kanker menjadi salah satu penyakit yang terus mengalami peningkatan. Dan ini tidak terlepas dari gaya hidup kita yang buruk, seperti sering makan makanan siap saji dan yang mengandung zat karsiogenik. Apalagi pengobatan kanker sangat mahal, yang membuat banyak penderitanya hanya bisa pasrah.

Pengobatan penyakit ini- kemoterapi - biasanya dilakukan tidak hanya satu kali, tapi bisa puluhan kali. Namun tidak menjamin kanker akan benar-benar hilang dari tubuh. Tapi kini, sebuah penelitian membuka harapan bagi penderita kanker.

Sebuah implan seperti jeli yang diisi dengan alkohol murni, ternyata bisa menjadi pengobatan yang kuat untuk kanker. Seperti apa dan bagaimana pengobatan ini dilakukan? Dan apakah membutuhkan biaya yang mahal?

Dikutip dari Daily Mail, implan ini akan disuntikkan ke tengah-tengah kanker. Di mana perlahan-lahan akan mengeluarkan sejumlah kecil etanol atau alkohol murni.

Saat bersentuhan dengan sel kanker, etanol akan menghancurkannya dengan protein penting, yang membuat 'keracunan' sel tersebut.

Dokter berharap bisa 'menenggelamkan' sel kanker dalam alkohol murni ini, menjadi cara efektif untuk membunuh kanker. Masalahnya adalah, alkohol juga menghancurkan jaringan sekitarnya yang sehat. Dan dibutuhkan alkohol dalam jumlah besar, untuk benar-benar membasmi sel kanker.

Akibatnya, penggunaan obat ini sangat terbatas pada kanker.

Implan revolusioner yang dikembangkan di Duke University di North Carolina sejauh ini, baru diuji pada hewan. Namun cara yang sama bisa digunakan juga pada manusia, untuk menghilangkan kanker.

Saat mengujinya, para ilmuwan menanamkan jeli tersebut ke dalam tujuh tikus dengan tumor ganas di mulut. Dan mengukur ukuran pertumbuhan kanker setelah delapan hari. Dan hasilnya menakjubkan.

Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Scientific Reports, yang menunjukkan kanker tersebut benar-benar hilang pada tujuh tikus yang diberi implan.

Salah satu keuntungan terbesar dalam perawatan ini, biaya yang dikeluarkan sangat murah. Di mana harga etanol kurang dari Rp30 ribu per galon.

Dr Justine Alford, dari Cancer Research UK, mengatakan: "Para ilmuwan telah memanfaatkan etanol sebagai pengobatan untuk beberapa jenis kanker. Jika uji coba menunjukkan aman dan efektif, itu bisa menjadi pilihan di masa depan untuk beberapa jenis kanker, di mana operasi tidak memungkinkan."

Sementara itu, ilmuwan Amerika Serikat telah menemukan protein penting, yang menjelaskan mengapa peningkatan lemak berisiko kanker.

Dalam penelitian pada tikus, peneliti di Michigan State University menemukan protein yang disebut FGF2, yang dapat merangsang sel sehat berubah menjadi kanker.

Ini menjelaskan mengapa kelebihan berat badan dikaitkan dengan kanker usus besar dan payudara, laporannya dalam jurnal Oncogene.

Foto: dailymail.co.uk.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel