Otak Ibu Rumah Tangga Bisa 'Tidak Nyambung', Penyebabnya Bukan Kurang Air

Ibu-ibu butuh tidur.
Seringkali terlihat di timeline media sosial, di mana ibu-ibu rumah tangga selalu mencurahkan keluh kesahnya. Mereka terlihat lelah, dan tidak sempat untuk merapikan rumah. Bahkan mereka bisa 'tidak nyambung' saat diajak berkomunikasi.

Mungkin banyak yang mengira, jika hal tersebut karena kurang cairan atau air. Apalagi menjadi ibu rumah tangga tidak mudah jika ada anak-anak yang sangat aktif di dalamnya. Bahkan rumah selalu terlihat berantakan kapan pun juga.

Tapi sebuah penelitian menunjukkan, jika kelelahan mereka bukan karena kurang air. Nah, untuk lebih jelasnya Anda bisa simak penjelasannya di bawah ini sebagai kunci untuk menghilangkan potensi 'tidak nyambung'.

Sebuah studi menemukan, saat ibu-ibu ini merasa 'tidak nyambung', ternyata mereka hanya kurang tidur. Sel-sel otak akan kehilangan kemampuannya, untuk berkomunikasi satu sama lain saat kita lelah akibat kurang tidur.

Hal ini berakibat pada penyimpangan sikap yang membuat perilaku kita 'tidak nyambung', yang diyakini terjadi saat sel-sel otak ini. Di mana mereka berjuang untuk menerjemahkan informasi visual ke dalam pemikiran sadar.

Profesor Neurologi Dr Itzhak Fried, dari University of California, Los Angeles, yang terlibat dalam studi tersebut, mengatakan: "Kami menemukan bahwa kurang tidur, merampas kemampuan neuron untuk berfungsi dengan baik. Ini membuka jalan bagi penyimpangan kognitif dan bereaksi terhadap lingkungan sekitar kita."

Sementara peneliti Dr Yuval Nir, dari Universitas Tel Aviv di Israel, mengatakan: "Kami terpesona mengamati betapa kurang tidur berakibat pada aktivitas sel otak. Berbeda dengan reaksi cepat yang biasa, neuron merespons dengan perlahan."

Bagaimana kurang tidur mempengaruhi sel otak?

Kurang tidur mengganggu kemampuan neuron untuk mengkodekan informasi. Dan menerjemahkan masukan visual ke dalam pemikiran alam sadar.

Dalam temuan kedua, para peneliti menemukan gelombang otak yang lebih lambat di daerah otak orang yang sama, dengan sel otak yang lambat merespon.

Apa yang telah ditemukan dalam penelitian ini?

Studi sebelumnya telah menghubungkan kurang tidur dengan risiko depresi, obesitas, diabetes, serangan jantung dan stroke. Kini peneliti ingin mengeksplorasi apa yang menyebabkan kegagalan komunikasi sel otak, di belakang penyimpangan mental.

Penelitian ini dipublikasikan di dalam jurnal Nature Medicine.

Foto: dailymail.co.uk.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel