Ramuan dari Amazon Ini Ampuh Obati Depresi dan Kecanduan Alkohol

Ramuan dari Amazon.
Kecanduan atau ketagihan adalah saat tubuh atau pikiran kita dengan parahnya menginginkan atau memerlukan sesuatu, agar bekerja dengan baik. Itulah definisi yang dituliskan di dalam Wikipedia tentang apa itu kecanduan.

Kita bisa dengan mudah kecanduan rokok, alkohol bahkan smartphone. Beragam kecanduan bisa kita rasakan. D mana saat kita tidak melakukannya maka akan ada yang kurang. Namun jika kecanduannya berbahaya seperti alkohol, maka harus disembuhkan.

Tidak mudah untuk menghilangkan kacanduan kita terhadap sesuatu, termasuk alkohol. Tapi satu ramuan amazon kuno ini telah diteliti, dan ternyata ampuh mengatasinya. Apa bahan-bahan yang digunakan untuk ramuan ini?

Dikutip dari Daily Mail, ramuan dari Amazon ini dapat meningkatkan rasa tenang saat Anda ingin melawan depresi dan juga kecanduan alkohol, sebuah studi baru telah menyimpulkan.

Ramuan amazon ini menggunakan tanaman Ayahuasca, yang mengandung dimethyltryptamine (DMT). Dan tanaman ini sangat ilegal di Inggris dan Amerika Serikat.

Mengapa? Efek tanaman ini bisa membuat seseorang mengalami halusinasi. Dan disebut bisa mengantarnya ke gerbang supranatural. Tanaman ini adalah sejenis anggur rambat, yang oleh para ahli botani disebut Banisteriopsis caapi.

Namun untuk pengobatan depresi ini, menggunakan batang yang direbus atau direndam. Hasilnya, air racikan ini akan memiliki efek halusinogenik yang disebut Ayahuasca atau Yaje (baca: ya-hei).

Ddan dalam tradisi masyarakat terasing di Amazon, telah menganggap jika dalam upacara suci harus minum Ayahuasca. Minuman perdukunan ini mengalami kontroversi, dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan telah dipersalahkan atas kematian beberapa turis muda, yang pergi ke Amerika Selatan.

Tapi orang dewasa yang mengkonsumsi minuman, yang kabarnya telah digunakan selama 5.000 tahun, akan memiliki rasa tenang yang lebih tinggi.

Sementara ilmuwan Inggris juga menemukan, ramuan kuno Amazon ini lebih efektif dalam kecanduan alkohol.

Penelitian yang dipimpin oleh tim dari Universitas Exeter dan University College London ini, diyakini merupakan yang terbesar yang belum melihat efek ayahuasca.

Ini berdasarkan data dari sekitar 96.000 orang di seluruh dunia, yang mengambil bagian dalam Survei Obat Global.

Temuan ini mendukung manfaat obat halusinogen, termasuk kemampuannya untuk melawan penyakit Alzheimer dan gangguan makan.

Peneliti utama Dr Will Lawn, dari UCL mengatakan: "Penelitian terbaru telah menunjukkan potensi ayahuasca sebagai obat kejiwaan. Dan penelitian kami saat ini memberikan bukti lebih lanjut. Ramuan ini mungkin merupakan pengobatan yang aman dan menjanjikan."

Penduduk asli Amerika Selatan, telah lama menggunakan minuman ayahuasca dalam upacara spiritual. Namun kini banyak wisatawan telah datang ke hutan hujan, untuk mencoba ayahuasca meskipun baunya busuk.

Studi baru ini dipublikasikan di Scientific Reports. Dan hasilnya dari 96.000 responden, 527 adalah pengguna ayahuasca, 18.138 menggunakan jamur ajaib dan 78.236 tidak memakai obat psikedelik.

Profesor Celia Morgan, dari Exeter, memperingatkan bahwa 'sangat penting' untuk meneliti efek ayahuasca jangka pendek dan panjang.

Foto: dailymail.co.uk.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel