Sepotong Keju Sehari Bisa Singkirkan Serangan Jantung dan Stroke

Keju.

Keju kini mulai banyak dimanfaatkan untuk beragam kuliner, mulai dari yang manis hingga asin. Banyak restoran yang juga menjadikan keju sebagai penarik calon pelanggannya, apalagi dengan lelehan dan taburan keju yang banyak.


Tapi keju sering disebut-sebut sebagai penyebab obesitas. Rasanya yang gurih akan membuat kita ketagihan untuk menyantapnya lagi dan lagi. Tapi ternyata, keju juga bis amembuat Anda sehat dan menjauhkan kita dari dokter.

Dalam sebuah penelitian menyarankan, agar kita memakan keju setiap hari. Dan faktanya, keju bisa mengurangi peluang kita terkena penyakit jantung dan stroke. Lantas berapa banyak keju yang harus kita makan setiap harinya?

Mengkonsumsi keju setara satu kotak korek api atau 40 gram sehari, dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke sebesar 14 persen.

Dikutip dari Daily Mail, penelitian ini ingin memahami apa yang disebut 'paradoks Prancis'. Sebuah fenomena membingungkan di mana orang Prancis, yang cenderung memakan makanan yang kaya kolesterol dan lemak jenuh. Namun entah bagaimana, mereka memiliki tingkat penyakit jantung yang rendah.

Soochow University kini telah menemukan, bahwa keju meningkatkan kadar kolesterol 'baik' sekaligus mengurangi kadar kolesterol 'jahat'.

Meskipun keju mengandung lemak jenuh tingkat tinggi - terkait dengan kesehatan jantung yang buruk - kalsium dalam makanan berarti bisa mengurangi lemak yang diserap oleh tubuh.

Selain itu, keju juga mengandung asam yang bisa membantu mencegah penyumbatan pada arteri.

Awal tahun ini, sebuah studi yang dipimpin oleh Inggris juga menemukan bahwa hampir satu juta orang tidak ada peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler dengan mengonsumsi keju teratur.

Dan penelitian di China berhasil menganalisis 15 studi, tentang risiko keju dan jantung.

Menulis di European Journal of Nutrition, penulis studi terbaru mengatakan: "Keju mengandung asam lemak jenuh namun juga memiliki nutrisi yang berpotensi menguntungkan. Tidak jelas bagaimana konsumsi jangka panjang mempengaruhi perkembangan penyakit kardiovaskular."

Studi Sebelumnya

Sebuah tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Reading University mengungkapkan pada bulan April lalu, bahwa mengonsumsi susu tidak meningkatkan risiko menderita serangan jantung atau stroke.

Bahkan keju penuh lemak, susu dan yoghurt tidak meningkatkan bahaya penyakit tersebut.

Temuan tim tersebut tidak sampai sejauh penelitian di China, dengan mengatakan bahwa hal itu meningkatkan kesehatan jantung, namun mengatakan bahwa susu hanya memiliki dampak 'netral'.

Ian Givens, profesor nutrisi rantai makanan di Reading University, mengatakan: "Ada kepercayaan yang meluas namun keliru di kalangan masyarakat bahwa produk susu pada umumnya dapat menjadi buruk bagi kesehatan, tapi itu adalah kesalahpahaman. Meskipun kepercayaan itu dipegang secara luas, penelitian kami menunjukkan bahwa itu salah."

Dr Givens mengatakan bahwa peringatan kesehatan masyarakat telah melihat orang-orang menghindari versi keju, susu, atau yoghurt berlemak penuh, dengan keyakinan keliru bahwa mereka dapat membahayakan kesehatan.

Kaum muda, terutama wanita muda, berisiko mengalami kerusakan tulang dan osteoporosis dengan minum sedikit susu.

Yayasan Jantung Inggris mengatakan, bahwa keju adalah sumber kalsium penting yang baik. Namun mereka memperingatkan untuk mengonsumsinya tidak lebih dari 30 gram sehari.

Foto: dailymail.co.uk.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel