Memasukkan Bawang ke Kaus Kaki Ampuh Sembuhkan Flu?

Tidur dengan memasukkan bawang ke kaus kaki bisa sembuhkan flu, menggosok kunyit di kulit kepala bisa mengatasi kebotakan, dan menambahkan 'rambut anjing' ke dalam minuman bisa mengatasi rasa sakit.
Memasukkan bawang ke kaus kaki sembuhkan flu
Memasukkan bawang ke kaus kaki.
Itulah salah satu kepercayaan yang ada di dalam dunia pengobatan alternatif. Dan masih banyak lagi anggapan-anggapan atau tips yang beredar di internet. Lantas apakah semuanya benar-benar bekerja kesehatan tubuh?

Mari kita simak apakah benar tips-tips berikut ini bekerja sesuai dengan apa yang dibagikan orang-orang di dunia maya? Berikut ulasannya yang kami kutip dari dailymail.co.uk. 

1. Rambut anjing untuk mengatasi mabuk


Banyak orang percaya, bahwa 'rambut anjing' yaitu minum beralkohol adalah obat penghilang rasa sakit terbaik. Tapi sayangnya, tidak ada bukti ilmiah bahwa mengonsumsi minuman bisa mengatasinya, menurut Dr Emeka Okorocha.

Justru alkohol yang pecah akan menjadi bahan kimia beracun yang disebut asetaldehida. Enzim, alkohol dehidrogenase, selanjutnya memetabolisme menjadi asam asetat. Jika jumlah alkohol yang Anda konsumsi melebihi kemampuan enzim Anda untuk mengolahnya, asetaldehida terbentuk di tubuh Anda, menyebabkan sakit kepala dan mual.

2. Masukkan minyak zaitun ke telinga bisa hilangkan kotoran


Jika kotoran menumpuk, telinga Anda mungkin terasa kering, gatal atau nyeri. Dan Anda mungkin mengalami beberapa gangguan pendengaran. Banyak yang percaya, meneteskan minyak zaitun ke saluran telinga, bisa membantu melunakkan kotoran.

Memang, situs kesehatan Inggris merekomendasikannya. Mereka menyatakan: "Biasanya kotoran telinga jatuh sendiri. Jika tidak dan menghalangi telinga Anda, taruh dua atau tiga tetes minyak zaitun atau almond di telinga Anda dua kali sehari selama beberapa hari."

Namun, GP Dr Martin Scurr, yang telah merawat pasien selama lebih dari 30 tahun, memperingatkan akan pengobatan ini.

Dia memberitahukan: "Telinga sangat lembut sehingga Anda membutuhkan seseorang yang tahu apa yang mereka lakukan, untuk mengeluarkan kotoran."

3. Makan wortel untuk memperbaiki penglihatan Anda


Memakan wortel bagus untuk penglihatan. Dan ini sudah diturunkan sejak lama. Ide ini berakar pada kampanye propaganda Perang Dunia II. Selama perang, British Royal Air Force mengembangkan tipe baru teknologi radar, yang membantu pilot menembak jatuh pesawat musuh Jerman di malam hari.

Namun untuk menjaga rahasia teknologi baru tersebut, pemerintah mengatakan wortel berada di balik kesuksesan pilot. Menurut sebuah artikel yang diterbitkan oleh Berkeley Wellness, yang bekerja sama dengan University of California, Berkeley, School of Public Health, ini sebagian benar adanya.

"Wortel kaya akan beta karoten, yang diubah tubuh menjadi bentuk vitamin A yang disebut 'retina', sebuah molekul kunci yang terlibat dalam menjaga penglihatan normal," tulis ahli Densie Webb.

Sayuran ini kaya akan antioksidan, yang melindungi sel sehat dari kerusakan DNA yang melindungi dari proses kimiawi yang dikenal sebagai stres oksidatif, yang melepaskan molekul berbahaya yang disebut radikal bebas ke dalam retina.

4. Berkumur air asin untuk meredakan sakit tenggorokan


Berkumur dengan air asin hangat adalah cara ampuh untuk menghilangkan sakit tenggorokan. Ternyata, itu benar. Tidak hanya memberikan rasa lega simtomatik, namun juga memiliki manfaat pencegahan.

Menurut Dr Sorana Segal-Maurer, kepala Divisi Penyakit Infeksi Dr James J Rahal Jr di Rumah Sakit New York Queens. Dia memberi tahu Web MD: "Anda menciptakan penghalang dari garam tinggi dan mengeluarkan banyak cairan dari jaringan di daerah tenggorokan, jadi itu akan mengeluarkan virus."

5. Berkeringat untuk sembuhkan flu


Ini adalah kepercayaan umum, bahwa berkeringat dapat mempercepat pemulihan dari flu. Beberapa orang merekomendasikan agar berkeringat di gym atau sauna.

Namun, Dr Ronald McCoy dari The Royal Australian College of General Practitioners mengatakan, kepada bodyandsoul.com.au: "Anda tidak akan terbebas dari flu dengan cara berkeringat."

6. Menggosokan jus lemon ke bekas gigitan serangga


Jika gatal akibat gigitan nyamuk membuat kesal, sedikit jus lemon disebut-sebut bisa meredakannya.

Dr Paul Ringel, internis dengan Advocate Illinois Masonic Medical Center di Chicago, mengatakan kepada Advocate Healthcare, bahwa lemon mengandung sifat antibakteri dan antimikroba, menjadikannya solusi sempurna untuk gigitan nyamuk.

"Jus tidak hanya membantu gatal, tapi juga membantu mengurangi kemungkinan infeksi," katanya.

7. Memasukkan bawang ke kaus kaki ampuh sembuhkan flu


Gagasan ini berakar pada awal tahun 1500-an, ketika diyakini bahwa bawang dipotong di sekitar rumah dapat melindungi dari wabah pes.

Bawang kaya akan senyawa sulfat, yang memberi mereka bau pedas. Menurut cerita rakyat, saat diletakkan di kaki, senyawa ini menyusup ke tubuh, membunuh bakteri dan virus.

Tidak mengherankan, telah ada penelitian untuk menguji klaim kaus kaki. Bawang diketahui memiliki sifat antibakteri, namun menurut Dr Ruth MacDonald, profesor di Departemen Ilmu Pangan dan Nutrisi Manusia di Iowa State University, mereka tidak efektif.

Oleh karena itu, nampaknya sangat tidak mungkin bahwa bawang merah pada kaus kaki akan bisa menarik virus dan menyerapnya. Sementara banyak orang bersumpah bahwa mereka bisa sembuh.

8. Menggosok bubuk kunyit ke kulit kepala bisa mencegah kebotakan


Kunyit - banyak digunakan di Asia sebagai obat alami selama ribuan tahun - diyakini sebagai solusi pertumbuhan rambut yang efektif. Kurcumin bahan aktif ini dikatakan bertanggung jawab atas banyak efek penyembuhannya.

Beberapa situs internet merujuk pada penelitian yang tidak disebutkan namanya, yang menunjukkan bahwa kurkumin memiliki efek yang mirip dengan finasteride, salah satu obat rontok yang paling umum.

Namun, internet dipenuhi dengan klaim yang tidak berdasar tentang penyembuhan alami untuk rambut rontok.

Hanya ada dua perawatan rambut rontok yang terbukti secara klinis, yang tersedia untuk pola kebotakan yaitu dengan finasteride 1mg dan minoxidil. Keduanya disetujui oleh Badan Regulator Obat-obatan dan Produk Kesehatan (MHRA) di Inggris dan Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat.

Foto: dailymail.co.uk
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel