Efek Samping Obat Asma Ini Membuat Pikiran Ingin Bunuh Diri

Ilustrasi obat asma yang berbahaya
Ilustrasi obat asma yang berbahaya. Gambar: dailymail.co.uk

Ribuan pasien dibiarkan berjuang melawan efek samping yang brutal, dari obat asma 'beracun' yang kerap mereka minum.


Hal ini disampaikan oleh sebuah badan amal, dan mereka juga telah memperingatkan.

Obat asma yang satu ini kerap digunakan oleh ratusan ribu pasien setiap harinya, karena terbukti ampuh mengurangi serangan asma hingga 50 persen. Tapi, ternyata efek samping yang dihasilkannya justru sangat berbahaya bagi penderitanya.

Lantas obat asma apa yang dimaksudkan? Berikut ulasan lengkapnya di tautan ini.

Dikutip dari Daily Mail, Asthma UK mengatakan jika steroid oral - seperti prednisolon - dapat menyebabkan kenaikan berat badan, masalah tidur, tulang rapuh dan katarak.

Bahkan, sebuah badan amal juga menemukan bahwa obat-obatan dapat membuat sebagian pengguna depresi dan ingin bunuh diri.

Samantha Walker, direktur penelitian dan kebijakan di Asthma UK, mengatakan: "Steroid oral sangat beracun."

Berbicara atas nama badan amal itu, dia mengatakan meminta para dokter untuk mulai meracik obat-obatan baru, yang disebut antibodi monoklonal.

Lebih dari 200.000 pasien asma di Inggris, kerap diberikan tablet steroid oral. Tujuannya untuk mengurangi serangan asma yang parah.

Obat-obatan itu membantu meredam peradangan di saluran parnapasan, dengan menghalangi efek bahan kimia tertentu dalam sistem kekebalan, menurut Asma UK.

Dr Walker menambahkan, para dokter lambat mengadopsi penggunaan antibodi monoklonal.

Badan amal itu, yang menanyai 1.200 pasien asma, menemukan 56 persen pasien yang menggunakan steroid oral mengklaim bahwa berat badan mereka bertambah. Mereka memiliki keinginan makan lebih banyak, dan masalah untuk tidur di malam hari.

Lebih dari sepertiga atau 37 persen mengaku, mereka merasa lebih cemas dan mudah tersinggung.

Dr Walker memperingatkan bahwa, bahkan dosis rendah steroid oral 'harus dihindari sebisa mungkin'. Inhaler Preventer juga mengandung dosis rendah dari steroid ini.

Andy Whittamore, pemimpin klinis di Asthma UK dan dokter umum, juga memperingatkan kepada The Times tentang seberapa kuat steroid oral.

Dia mengatakan: "Tablet steroid lebih kuat daripada inhaler dan jika orang menggunakan dosis tinggi dalam jangka waktu lama, akan ada efek samping yang buruk."

Asma mempengaruhi saluran kecil atau saluran udara yang membawa udara masuk dan keluar paru-paru. Dan serangan asma dipicu oleh apa yang disebut alergen.

Alergen adalah zat yang tidak berbahaya bagi sebagian besar orang, tetapi dapat menyebabkan reaksi sistem kekebalan pada mereka dengan penyakit ini.

Baca Juga: 15 Makanan Alkali untuk Lawan dan Obat Asam Urat Hingga Diabetes

Respon ini mengarah ke lapisan paru-paru menjadi meradang dan bengkak, sehingga saluran udara menyempit, membuat bernapas menjadi lebih sulit.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel