Ingin Gula Darah Normal? Konsumsi Cuka Apel, Tapi Ada Syaratnya

Cuka apel untuk gula darah normal
Cuka apel untuk gula darah normal. Gambar: dailymail.co.uk

Cuka apel kini sedang naik daun, untuk mengobati beragam penyakit mulai dari yang ringan hingga berat. Meskipun rasanya sangat asam, cuka apel bahkan dipercaya menghilangkan beragam penyakit di pencernaan.


Termasuk dalam menurunkan gula darah, cuka apel dipercaya bisa membuatnya kembali normal. Tidak sedikit masyarakat dunia yang percaya, jika cuka apel saat ini menjadi salah satu obat alternatif mujarab dan murah meriah.

Tidak hanya sebagai obat, cuka apel juga dipercaya bisa membuat badan yang gemuk menjadi langsing kembali. Ya, klaim tersebut memang tidak terbantahkan dengan buktinya. Tapi harus Anda ingat takaran yang pas, jika tidak justru berpotensi sebaliknya.

Cuka apel obat untuk pilek, wabah dan obesitas?


Secara historis, cuka apel telah digunakan untuk banyak penyakit. Beberapa contoh adalah dari dokter Yunani terkenal Hippocrates, yang merekomendasikan cuka untuk pengobatan batuk dan pilek. Dan dokter dari Italia Tommaso Del Garbo, selama wabah wabah pada 1348, mencuci tangan, wajah dan mulutnya dengan cuka dengan harapan mencegah infeksi.

Cuka dan air juga telah menjadi minuman yang menyegarkan dari zaman tentara Romawi hingga atlet modern, yang meminumnya untuk memuaskan dahaga mereka. Budaya kuno dan modern di seluruh dunia telah menemukan kegunaan yang baik untuk 'anggur asam' ini.

Meskipun ada banyak kesaksian historis dan anekdot tentang khasiat cuka apel, apa yang harus dikatakan oleh penelitian medis tentang cuka dan kesehatan?

Bukti yang paling dapat diandalkan untuk manfaat kesehatan cuka berasal dari beberapa studi, yang melibatkan cuka sari apel. Satu studi menunjukkan bahwa, cuka apel membuat gula darah normal setelah makan, pada subjek yang resistan terhadap insulin.

Dalam 11 orang yang 'pra-diabetes', minum 20 mililiter, atau satu sendok makan cuka sari apel, ampuh menurunkan tingkat gula darah mereka setelah 30-60 menit. Tapi itu hanya ditunjukkan pada 11 orang pra-diabetes.

Studi lain pada orang dewasa obesitas menunjukkan penurunan berat badan, massa lemak dan trigliserida yang signifikan. Para peneliti memilih 155 orang dewasa di Jepang yang obesitas, untuk meminum 15 ml, sekitar satu sendok makan, atau 30 ml, sedikit lebih dari dua sendok makan, cuka setiap hari. Dan terus mencatat berat badan mereka. Dan ternyata massa lemak dan trigliserida turun drastis. Sementara studi ini membutuhkan penelitian yang lebih besar.

Studi pada hewan, sebagian besar tikus, menunjukkan bahwa cuka dapat berpotensi mengurangi tekanan darah dan sel-sel lemak perut. Ini membantu membangun kasus untuk studi tindak lanjut pada manusia.

Apakah ada salahnya? Apakah ada bukti bahwa cuka itu buruk untuk Anda? Tidak juga.

Kecuali Anda minum terlalu banyak, atau minum cuka apel dalam konsentrasi asam asetat tinggi, maka bisa sangat berbahaya bagi tubuh khususnya pencernaan. Maka, ya, itu tidak sehat.

Baca Juga: Turunkan dan Kontrol Gula Darah dengan Telur Rebus

Sementara batasan dalam penggunaan cuka apel pun tidak jelas. Meskipun demikian, ahli kesehatan membatasi konsumsi cuka apel tidak lebih dari dua sendok makan setiap harinya.

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel