Siapa Membunuh Mufasa? Singa yang Dinamai Sesuai Karakter Disney

Mufasa, Singa yang dimutilasi di Afrika
Mufasa, Singa yang dimutilasi di Afrika. Gambar: dailymail.co.uk

Beberapa film animasi Disney kerap menceritakan sosok hewan buas ini, yaitu singa. Singa menjadi salah satu hewan pemangsa yang ditakuti, terutama di daratan Afrika.


Di mana mereka masih bisa ditemukan hidup dengan bebas di alam liar.

Tapi jumlahnya setiap tahun kian berkurang, dan ini ada kaitannya dengan pemburu liar. Mereka kerap membunuh singa besar hingga keturunannya, yang membuat jumlah mereka kian menurun dari tahun ke tahun.

Bahkan, dunia kini dihebohkan dengan kematian Mufasa, singa jantan besar yang dinamai sesuai dengan tokoh karakter Disney. Lantas siapa yang membunuh dan bertanggung jawab atas kematian Mufasa?

Dikutip dari Daily Mail, pemburu hewan menjadi pelakunya. Di mana mereka meracuni lima singa secara brutal, dan mencederai satu antaranya di taman Afrika Selatan minggu ini.

Insiden mengerikan terjadi pada Senin malam, 1 Oktober, di Akwaaba Predator Park dekat Rustenburg, sekitar 80 mil barat Johannesburg di timur laut negara itu.

Para pemburu menerobos masuk ke taman dan mulai memotong-motong seekor singa jantan bernama Mufasa. Dinamai sesuai karakter Disney yang terkenal. Ketika mereka diganggu oleh staf dan melarikan diri dari TKP.

Gambar menunjukkan sisa-sisa Mufasa, terbaring di darahnya sendiri. Dan empat singa lainnya yang belum dimutilasi oleh para pemburu. Dipercaya bahwa, bagian tubuh Mufasa akan digunakan untuk ritual sihir hitam atau dijual kepada kolektor piala.

"Ini memilukan. Semua singa dipelihara dari saat mereka masih kecil jadi seperti kehilangan lima anak. Mereka dekat dengan hati kita. Satu-satunya harapan saya adalah bahwa para singa sudah mati pada saat para pemburu mulai memotong bagian tubuhnya," kata manajer taman, Bronwyn Moss.

Setelah melanggar keamanan taman, para pemburu meracuni singa dengan obat yang bekerja cepat yang masih diidentifikasi.

Mereka kemudian memotong cakar depan satu persatu, dan sebagian wajahnya sebelum melarikan diri. Pembantaian itu ditemukan sekitar pukul 11.30 malam, saat patroli penjaga keamanan tidak berada dekat dengan mereka.

"Kami menduga bahwa singa semua diracuni pada saat yang sama, dan bahwa para pemburu terganggu oleh penjaga keamanan sebelum mereka dapat memotong bagian dari singa-singa lain," kata Ms Moss.

Polisi dan otoritas satwa liar disiagakan dan penyelidikan sedang dilakukan.

Akwaaba juga menawarkan hadiah sekitar £5.550 atau Rp108 juta kepada siapa pun, dengan informasi yang mengarah pada para pemburu.

“Kami merasa hancur bahwa ini bisa terjadi di depan pintu rumah kami dan bayi-bayi kami dibunuh sia-sia. Pemburu membunuh lima dan hanya mendapat bagian dari satu," tambah Moss.

Baca Juga: Singa Terbesar di Bumi

Akwaaba adalah sebuah peternakan dengan luas 72 hektar, yang menjadi tempat perlindungan berbagai hewan liar, termasuk kucing besar yang telah ditinggalkan atau disalahgunakan.

Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel