Terobosan Baru Ditemukan dalam Pengobatan Kanker Serviks

Vaksin kanker serviks
Vaksin kanker serviks. Gambar: dailymail.co.uk

Kanker serviks menjadi salah satu penyakit yang menjadi musuh wanita. Di mana setiap tahunnya penderita kanker serviks ini kian bertambah. Namun ada cara untuk pencegahan kanker serviks ini, salah satunya dengan pap smear.


Tapi sayangnya, masih banyak wanita yang tidak melakukan pencegahan kanker serviks. Dan jika sudah terdeteksi, kebanyakan sudah terlanjur di mana kanker sudah terlalu sulit untuk diobati.

Beruntung, kini ada terobosan baru dalam pengobatan kanker serviks di dunia. Bahkan Australia ingin menjadi negara pertama yang bebas dari kanker serviks. Pengobatan apa ang dimaksud untuk melenyapkan kanker yang satu ini?

Dikutip dari Daily Mail, para peneliti mengatakan negara ini berada di jalur untuk memberantas penyakit ini pada tahun 2035, jika vaksinasi saat ini dan tingkat skrining terus dilakukan.

Menurut prediksi baru berdasarkan data saat ini, pada tahun 2022, kanker serviks akan diklasifikasikan sebagai 'kanker langka' di sana.

"Ini adalah berita menggembirakan bagi wanita di seluruh Australia," kata Profesor Karen Canfell, direktur penelitian di Cancer Council NSW, yang memimpin penelitian.

"Kami sudah memimpin dalam pengendalian kanker serviks selama bertahun-tahun, dan kami akan berbagi penelitian dan pendekatan kami dengan seluruh dunia," tambahnya.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menetapkan batas kasus seperti kanker serviks yang dihilangkan.

Tetapi para peneliti yang dipimpin oleh Michaela Hall menyarankan, akan ada empat kasus per 100.000 orang yang bisa menjadi tonggak untuk pemberantasan kanker yang membunuh ini.

Tim ilmuwan, yang menulis dalam The Lancet Public Health, memperkirakan tingkat kanker akan turun hingga di bawah ambang ini pada 2035.

Dan mereka memperkirakan bahwa, itu akan turun ke tingkat kurang dari enam dalam 100.000 pada tahun 2022. Di mana tingkat saat ini adalah sekitar tujuh per 100.000 wanita.

Australia menjadi salah satu negara pertama yang memperkenalkan skema vaksinasi virus papiloma manusia (HPV), untuk anak perempuan pada tahun 2007.

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV risiko tinggi yang terus-menerus, yang menyebabkan perubahan pada sel-sel leher rahim.

Dan tahun lalu, di Australia dilakukan tes pap smear secara rutin. Yang ditawarkan kepada wanita berusia antara 16 dan 89 tahun, dengan skrining serviks HPV baru.

Tes baru melawan HPV, yang ditawarkan kepada orang berusia 25-74 tahun, diperkirakan akan menurunkan diagnosis kanker serviks dan mortalitas sekitar 20 persen.

Profesor Canfell mengatakan, perjuangan melawan kanker serviks baru-baru ini dibahas di World Health Organization (WHO).

Baca Juga: Makanan Boleh dan Tidak Dikonsumsi untuk Kalahkan Kanker

Silvia de Sanjose, presiden International Papillomavirus Society, mengatakan Australia menjadi egara 'terdepan penelitian HPV' dengan inovasi dan implementasi inisiatif vaksinasi skala besar.

Semoga saja wanita di seluruh dunia akan bisa menikmati vaksin kanker serviks, untuk menghilangkan kanker yang mematikan ini.
Loading...

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel